Pengertian Henti Jantung, Sama Bahayanya Dengan Serangan Jantung

Categories :

Pengertian Henti Jantung, Sama Bahayanya Dengan Serangan Jantung

Henti jantung atau cardiac arrest merupakan kondisi jantung yang sangat serius. Sebab, ketika henti jantung terjadi, jantung akan berhenti berdetak. Kondisi ini juga dikenal sebagai kematian jantung mendadak. Perlu diingat bahwa detak jantung manusia dikendalikan oleh impuls listrik. Saat impuls ini berubah pola, detak jantung menjadi tidak teratur dan menyebabkan terjadinya aritmia. Jika aritmia terlambat ditangani, kondisi dapat menyebabkan henti jantung yang dapat berujung pada kematian. Klik Here

Cardiac arrest mungkin sering tertukar dengan istilah medis serangan jantung. Padahal, serangan jantung dan henti jantung merupakan dua kondisi yang berbeda. Serangan jantung disebabkan oleh masalah pada sistem sirkulasi tubuh yang menghalangi aliran darah ke jantung.

Sebagian besar serangan jantung disebabkan oleh penyakit arteri koroner. Selain itu, usia, kebiasaan gaya hidup, seperti diet dan olahraga, dan kondisi medis lainnya dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami serangan jantung.

Penyebab Henti jantung

Sejumlah faktor dapat menyebabkan henti jantung mendadak. Dua yang paling umum adalah fibrilasi ventrikel dan atrium. Berikut adalah penjelasannya:

1. Fibrilasi Ventrikel
Jantung manusia memiliki empat ruang. Dua bilik bawah adalah ventrikel. Ketika seseorang mengalami fibrilasi ventrikel, bilik tersebut akan bergetar di luar kendali, sehingga ritme detak jantung akan berubah secara dramatis. Akibatnya, ventrikel mulai memompa darah secara tidak efisien, sehingga akan mengurangi jumlah darah yang dipompa ke seluruh tubuh secara signifikan. Dalam beberapa kasus, sirkulasi darah berhenti sama sekali. Kondisi ini dapat menyebabkan kematian jantung mendadak.

2. Fibrilasi atrium
Jantung juga dapat berhenti berdetak secara efisien setelah aritmia di bilik atas jantung. Kamar-kamar ini dikenal sebagai atrium. Fibrilasi atrium dimulai ketika simpul sinoatrial (SA) tidak mengirimkan impuls listrik yang benar. Nodus SA manusia terletak di atrium kanan. Bagian jantung ini mengatur seberapa cepat jantung memompa darah. Ketika impuls listrik masuk ke fibrilasi atrium, ventrikel tidak dapat memompa darah keluar ke tubuh secara efisien.

Faktor Risiko Henti jantung

Kondisi jantung dan faktor kesehatan tertentu dapat meningkatkan risiko cardiac arrest. Berikut adalah penjelasannya:

1. Mengidap penyakit jantung koroner
Jenis penyakit jantung ini dimulai di arteri koroner. Jika arteri ini tersumbat, jantung tidak dapat menerima darah dengan benar. Hal ini berisiko membuat jantung berhenti bekerja.

2. Ukuran jantung yang besar
Memiliki jantung besar yang tidak normal menempatkan seseorang pada peningkatan risiko serangan jantung. Sebab, jantung yang besar rentan untuk berdetak secara tidak benar. Selain itu, otot juga mungkin lebih rentan terhadap kerusakan jika ukuran jantung besar.

3. Katup jantung tidak beraturan
Penyakit katup dapat membuat katup jantung bocor atau menyempit. Hal ini membuat darah yang bersirkulasi melalui jantung membebani bilik dengan darah atau tidak memenuhi kapasitasnya. Akibatnya, bilik-bilik jantung dapat menjadi lemah atau membesar.

4. Mengidap penyakit jantung bawaan
Beberapa orang terlahir dengan kerusakan jantung akibat faktor genetik. Henti jantung mendadak diketahui dapat terjadi pada anak-anak yang lahir dengan masalah jantung yang serius.

5. Masalah impuls listrik
Adanya masalah dengan sistem kelistrikan jantung dapat meningkatkan risiko kematian jantung mendadak. Masalah ini dikenal sebagai kelainan irama jantung primer.

Sementara itu, ada beberapa faktor risiko lain yang juga dapat memicu kondisi ini meliputi:

  • Memiliki kebiasaan merokok.
  • Gaya hidup yang kurang sehat seperti sering begadang.
  • Mengidap tekanan darah tinggi.
  • Mengalami kegemukan atau obesitas.
  • Memiliki riwayat keluarga yang mengidap penyakit jantung.
  • Adanya riwayat henti jantung sebelumnya.
  • Berusia di atas 45 untuk pria, atau di atas 55 untuk wanita.
  • Berjenis kelamin laki-laki.
  • Pernah atau sedang melakukan penyalahgunaan zat.
    Memiliki kadar potasium atau magnesium rendah pada tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *